Aside 6 Aug

Saudaraku,, apakah kita memiliki harta yg setiap saat selalu bertambah entah itu dalam bentuk gaji bagi kita yg pekerja, atau keuntungan jika kita pengusaha tapi terasa tidak ada yang berubah dlm ketenangan hidup, maka saatnya kita “pulang”. Pulang kepada pemberi rezeki, karena selama ini kita terlalu angkuh merasa sebagai seorang karyawan bahwa dengan skill, pengalaman-lah sehingga kita layak mendapat “kompensasi/rezeki” tinggi, padahal Allah-lah yg memberi kita rezeki, bukan kemampuan kita, terlalu banyak teman2 karyawan yg hanya disentil sedikit oleh Allah dlm bentuk kesehatannya diambil semuanya langsung hilang, perusahaan bangkrut. Bagi pengusaha seolah2 dengan kemampuan, sumber daya, pengalaman-lah yg membuat dia mendapat “keuntungan/rezeki” padahal Allah-lah yg memberikan rezeki, tidak sedikit pengusaha yang tiba2 bangkrut karena disentil sedikit oleh Allah, hanya dengan nilai tukar mata uang yg berubah atau proyek dibatalkan sepihak. Untuk itu saatnya kita “Pulang”, pulang kepada yg Maha Pemberi Rezeki. Mari merobah pandangan dan niat kita dalam memantaskan diri “Memperoleh” rezeki, karena Rezeki tidak dicari. Allah telah menjaminnya.

 “…….. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS.At-Thalaq(65):2-3).

Ikhlas dan Syukur

20 Mar

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala
anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”

Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: “Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!”

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, “Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!”

Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung Tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. “Ada apa Pak?” Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:

“Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!”

Dia hanya menerima karunia dari Allah sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!
(Sumber Milis)

Salut buat Allight….

30 Dec

Rabu 29 Des 2010, jam 09.00 wita, bertempat di Gedung Administrasi SMKN 1 Balikpapan, PT. Allight Indonesia menyerahkan bantuan 1 set engine untuk keperluan praktek siswa-siswi SMKN 1 Balikpapan, yang diserahkan langsung oleh Presiden Direktur PT. Allight-Coates Hire Indonesia, Mr. Russell Wood. Ada kebanggaan sendiri bagi saya yang baru efektif bergabung diperusahaan ini per Januari nanti, sebab bisa hadir dan menyaksikan langsung sebuah aktifitas CSR dari PT. Allight, semoga bantuan ini bisa bermanfaat buat mengembangkan kemampuan skill dan knowledge dari para siswa-siswi.

Dimomen ini juga, sempat saya melakukan diskusi santai dengan pak Syamsul AZ S.pd – Wakasek Humas dan Industry. Topik menarik mengenai soft competencies development untuk siswa-siswi SMK agar bisa lebih siap memasuki dunia kerja. Selama ini, penekanan kurikulum didominasi oleh Hard Competencies (Skill dan Knowledge), padahal pada saat siswa memasuki dunia kerja,  yang menentukan karirnya adalah di sisi soft competencies-nya (social role, self image, attitude, motive). Dan secara terbuka, pak Syamsul meng-iyakan hal ini, untuk itu ada ide untuk coba menfollow up hal ini dalam bentuk aktifitas nyata, salah satunya di tahun depan ada program career match day (saya lupa detailnya)…. tapi paling tidak saya sendiri siap untuk berkontribusi untuk menyukseskan program soft competencies development ini..

Insya Allah bisa terwujud segera, demi mempercepat terciptanya manusia-manusia Indonesia yang paripurna,, demi untuk Indonesia yang lebih baik….

PT. Allight Indonesia – Menyerahkan Bantuan Engine ke SMKN 1 Balikpapan

29 Dec

Motivational video

29 Dec

First posting

29 Dec

Alhamdulillah,, inilah kata yang patut saya sampaikan atas nikmat kesempatan yang diberikan oleh sang Ilahi untuk bisa menuangkan segala ide dan unek-unek saya di blog ini..

Hello world!

24 Dec

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!